Posts

Showing posts from August 21, 2016

Curhat Dipinggir Jalan

Mengenang masa silam yang tak sanggup untuk dikenang karena dinasti yang terlalu kuat untuk diperangi rakyat kecil berharap datangnya malaikat penolong untuk menolongnya hingga kami tak takut akan kepedihan dinasti bertahun-tahun kami diam demi kemauan para pemimpin sebab jika kami berontak maka diantara kami akan banyak korban yang gugur di medan kami sendiri seolah-olah kami tak punyak kuasa untuk mandiri dan untuk mengembangkan diri kami masing-masing kami hanya rakyat jelata yang menjadi korban para penguasa karena ambisius para penguasa terlalu tinggi untuk kami turuti sehingga kami lebih banyak diam karena kebodohan para rakyat jelata yang tak pernah diberi kesempatan untuk berpendapat dan berfikir agar daerah kami lebih makmur tanpa harus dijadikan tumbal-tumbal para penguasa ingin sekali kami makmur dan sejahterah seperti para penguasa yang setiap harinya memiliki arti untuk daerah dan negeri ini memang para penjajah sudah pergi dari negara ini (Merdeka) tapi ...

Merdeka

tumpah darah melukiskan kisah untuk negeri linang air mata menetes di bumi negeri yang ngeri dengan tingkah laku para penjajah. merdeka!, merdeka!, merdeka! terucap oleh rakyat jelata menghiru pilu mengenang masa silam yang kelam jiwa dan raga telah digadaikan dibumi kerakusan dengan jelmaan para penjajah intelektual, harta dan harga diri merdeka! merdeka! merdeka! yang didambakan hingga ku rela mati diselangkang para penjajah merdeka, merdeka, merdeka katanya.

Matahari

Ingin ku lukis kebahagiaan dengan Matahari yang setia menunggu datangnya rembulan ingin ku menjadikanmu menatap langit dengan berjuta bintang untuk dihayati hingga aku memilikimu ingin ku meyakinkan diri ini untuk menjadikanmu yang terahir hingga aku terkubur bersama kisah indah ini KAULAH YANG TERINDAH DALAM HIDUPKU

Dear Matahariku

Mata ini tak mampu untuk menatap kaki ini tak mampu untuk melangkah tangan ini tak mampu untuk memegang rapuh dan rapuh yang ku rasa selama ini ingin sekali bangkit dari kesendirian ini ingin sekali bangkit dari tidur panjangku apalah daya penguat yang selama ini ku dambakan pergi meninggalkan kelopak mata  yang suram ditengah gemerlapnya cahaya semangat untuk bangkit sudah meenjadi bubur aku butuh pendorong untuk menghiasi kisah pahitku saat ini aku butuh setetes air untuk mulai bangkit dari tidurku slama ini namun kau tak pernah tahu betapa berartinya dirimu dalam diriku dan ku temukan cinta dalam dirimu hingga saat ini aku tak punyak nyali untuk menyatakannya menatapmu saja aku tak sanggup ini aku yang selalu terpenuhi dengan kekurangan-kekurangan harapan besarku hanya dirimu