Curhat Dipinggir Jalan
Mengenang masa silam yang tak sanggup untuk dikenang
karena dinasti yang terlalu kuat untuk diperangi
rakyat kecil berharap datangnya malaikat penolong
untuk menolongnya hingga kami tak takut akan kepedihan dinasti
bertahun-tahun kami diam demi kemauan para pemimpin
sebab jika kami berontak
maka diantara kami akan banyak korban yang gugur di medan kami sendiri
seolah-olah kami tak punyak kuasa untuk mandiri
dan untuk mengembangkan diri kami masing-masing
kami hanya rakyat jelata yang menjadi korban para penguasa
karena ambisius para penguasa terlalu tinggi untuk kami turuti
sehingga kami lebih banyak diam karena kebodohan para rakyat jelata
yang tak pernah diberi kesempatan untuk berpendapat dan berfikir
agar daerah kami lebih makmur tanpa harus dijadikan tumbal-tumbal para penguasa
ingin sekali kami makmur dan sejahterah seperti para penguasa
yang setiap harinya memiliki arti untuk daerah dan negeri ini
memang para penjajah sudah pergi dari negara ini (Merdeka)
tapi kebodohan tetaplah saja dan kami menjadi kuli di negeri sendiri.
karena dinasti yang terlalu kuat untuk diperangi
rakyat kecil berharap datangnya malaikat penolong
untuk menolongnya hingga kami tak takut akan kepedihan dinasti
bertahun-tahun kami diam demi kemauan para pemimpin
sebab jika kami berontak
maka diantara kami akan banyak korban yang gugur di medan kami sendiri
seolah-olah kami tak punyak kuasa untuk mandiri
dan untuk mengembangkan diri kami masing-masing
kami hanya rakyat jelata yang menjadi korban para penguasa
karena ambisius para penguasa terlalu tinggi untuk kami turuti
sehingga kami lebih banyak diam karena kebodohan para rakyat jelata
yang tak pernah diberi kesempatan untuk berpendapat dan berfikir
agar daerah kami lebih makmur tanpa harus dijadikan tumbal-tumbal para penguasa
ingin sekali kami makmur dan sejahterah seperti para penguasa
yang setiap harinya memiliki arti untuk daerah dan negeri ini
memang para penjajah sudah pergi dari negara ini (Merdeka)
tapi kebodohan tetaplah saja dan kami menjadi kuli di negeri sendiri.
Comments