Terkenang

Dalam sunyinya malam
terdiam senyap seorang diri
merenungi hadirnya seseorang
yang pernah mengisi hidup ku ini

berlahan mataku terpejam
pandangan mulai kelam
dalam anganku terbayang
gambaran yang kusayang

sungguh betapa terkesan
dikau ayah
aku terpaku bangga kepada didikanmu, kedisiplinanamu, ibadahmu, kesetiaanmu

wahai ayahku ...
engkau belahan jiwa
ketika badanmu bermandi peluh
melihatmu seakan lumpuh
hadirnya memberi kebahagiaan
sangat sulit terlupakan
saatku tersadar itu hanya hayalan

Comments

Popular posts from this blog

AD/ART ORGANISASI EXTRA KAMPUS DI INDONESIA

Merdeka